Primasaja.com: Service WEB, MOBILE & SOFTWARE DEVELOPMENT , ENGINEERING & ARCHITECTURE , DESIGN & CREATIVE , ADMIN SUPPORT , SALES & MARKETING , INSTALASI JARINGAN & KOMPUTER
Email: jakaprima123@gmail.com
Phone: 081311086653
Fax: -
Url:
cash, credit card
Perum Griya Rajeg Lestari Blok C No 24
Tangerang indonesia 15540

Tutorial PHP Variable Dasar Beserta Contohnya

tidak ada komentar : DIPOSTING OLEH jaka Pada 2017 LABEL: php

www.primasaja.com -

pada tutorial kali ini kita akan membahas mengenai Tutorial PHP Variable Dasar yang akan dijelaskan beserta contohnya.


Penjelasan Variable Dasar

Variable dalam PHP dinyatakan dengan tanda dollar yang selanjutnya diikuti dengan nama dari variable. nama variable adalah case-sensitive jadi huruf besar dan huruf kecil akan berpengaruh.


nama variable mengikuti sama dengan aturan seperti label lain dalam PHP. nama variable yang valid/benar dimulai dengan huruf atau underscore ( _ ), diikuti dengan nomor berapa aja setelah huruf, nomor, atau underscore. biasanya diekspresikan, dengan huruf" [ a-z A-Z_\x7f-\xff ][ a-z A-Z0-9_\x7f-\xff ]*.


catatan : untuk tujuan kita huruf adalah a-z, A-Z dan bytes dari 127 sampai 255 (0x7f-0xff).  $this adalah special variable yang tidak dapat diberikan

Contoh PHP Variable Dasar


<?php

$var = 'prima';

$Var = 'saja.com';

echo "$var, $Var";      // outputs "Prima, saja.com"


$4huruf = 'tidak boleh setelah dollar langsung nomor';     // diawali dengan start adalah salah

$_4huruf = 'isi string dari variable underscore setelah dollar sign';    // boleh seperti ini setelah tanda dollar kemudian underscore

$bähuruf = 'isi string dari variable';    // boleh seperti ini; 'ä' adalah (Extended) ASCII 228.

?>


secara default, variable selalu ditandai oleh value. itu yang akan dibicarakan, ketika kamu memberikan tanda expresi ke variable, seluruh value dari expresi original tercopy kedalam tujuan variable. yang berarti, sebagai contoh, setelah tanda dari satu varible value ke lainnya, merubah satu dari variable tersebut tidak akan ada efek ke yang lainnya. untuk informasi lebih lanjut mengenai jenis tugas ini nanti akan dibahas pada tutorial selanjutnya pada chapter expression.


PHP juga menawarkan cara lain untuk menandai value ke variable : tanda oleh reference. ini akan dibahas nanti. sebagai gambaran ini berarti yang nantinya variable baru secara sederhana terreferensi ( dalam kata lain, " menjadi alias for " atau " point to " ) original variable. merubah menjadi variable baru akan memberikan efek pada data asli, dan sebaliknya.



untuk menandai sebagai referensi, secara sederhana tambahkan ampersand ( & ) pada awal dari variable dimana itu digunakan sebagai tanda ( source variable ). Sebagai contoh, ikuti code berikut :


Contoh Menandai sebagai reference

<?php

$variabel = 'jaka'; //memberikan nilai bob ke $var

$variabelreference = &$variabel; //mereferensi $variabel lewat $variablereference

$variabelreference = " nama saya adalah $variabelreference "; // merubah isi $variabelreference

echo $variabelreference;

echo $variabel; // variabel juga berubah


?>


satu hal yang penting juga untuk dicatat bahwa hanya nama variable yang akan ditandai sebagai reference.


Contoh Variable Reference yang bisa dan tidak bisa dilakukan

<?php

$nomor = 50;

$isinomor = &$nomor; // ini adalah penanda yang bisa atau valid dilakukan


 // ini adalah penandaan reference yang salah reference tidak dapat disebutkan namanya ekspresi

$isinomor = &(58 * 39);


function fungsi1(){

return 30;

}


$isifungsi = &fungsi1(); // ini adalah salah


?>


itu tidak perlu untuk menginisialisasikan variable dalam PHP bagaimanapun tetapi ini sangat baik untuk latihan. variable diinisialisasikan memiliki default value dari typenya tergantung dengan konteksdimana mereka digunakan - boolean default ke FALSE, integet dan float defaultnya adalah 0, dan string ( misalnya menggunakan echo ) akan terset dengan string yang kosong dan array akan menjadi kosong.


contoh default values yang unintialized variable

<?php

// Unset dan unreferenced (tidak menggunakan konteks) variable; outputs NULL

var_dump($var);


// Boolean usage; outputs 'false' (contoh dibawah menggunakan opertor ternary)

echo($unset_bool ? "true\n" : "false\n");


// String digunakan; outputs 'string(3) "abc"'

$unset_str .= 'abc';

var_dump($unset_str);


// Penggunaan integer; outputs 'int(25)'

$unset_int += 25; // 0 + 25 => 25

var_dump($unset_int);


// Penggunaan tipe Float/double ; outputs 'float(1.25)'

$unset_float += 1.25;

var_dump($unset_float);


// Penggunaan tipe Array; outputs array(1) {  [3]=>  string(3) "def" }

$unset_arr[3] = "def"; // array() + array(3 => "def") => array(3 => "def")

var_dump($unset_arr);


// Penggunaan Object; creates new stdClass object 

// Outputs: object(stdClass)#1 (1) {  ["foo"]=>  string(3) "bar" }

$unset_obj->foo = 'bar';

var_dump($unset_obj);

?>




Tidak Ada Komentar: